Tsukimi atau Otsukimi adalah tradisi unik orang Jepang. Tradisi ini adalah memandang bulan purnama purnama. Tradisi ini dimaknai sebagai ungkapa rasa syukur atas panen yang baik dan mengharapkan karunia yang sama di masa depan. Festival perayaan bulan purnama ini dianggap sebagai bagian penting dari budaya tradisional Jepang dan biasanya dilakukan pada hari ke-15 di bulan kedelapan dan hari ke 13 bulan kesembilan dalam kalender Jepang.

Melihat bulan musim gugur  telah populer di kalangan masyarakat setempat. Adapun malam terbaik untuk mengamati bulan terjadi pada malam kelima belas bulan kedelapan dari kalender lunar, yang dikenal sebagai Jugoya no Tsukimi. Untuk tahun ini  jatuh pada tanggal 24 September mendatang. Tsukimi memang berkaitan erat dengan musim gugur.

Sebenarnya kebiasaan melihat bulan dimulai di daratan  Cina pada masa Dinasti Tang (618–907). Kemudian menyebar ke Jepang. Pada periode Nara (710–794) dan Heian (794–1185) mereka menikmati  bulan berbarengan dengan pesta-pesta sembari memainkan musik dan menyusun puisi. Pada periode Edo (1603–1868), Tsukimi telah menjadi kegiatan populer bahkan di kalangan rakyat jelata, dan terkait erat dengan tradisi festival musim gugur yang melibatkan persembahan berupa beras yang baru dipanen kepada para dewa.

Jika dikonversikan ke kalender internasional, maka tradisi melihat bulan atau Tsukimi biasanya jatuh di bulan September dan Oktober. Untuk tahun 2018, Sejumlah acara pun akan diadakan mulai akhir bulan September hingga bulan berikutnya di kuil-kuil, taman,